Posted in Uncategorized

Septembernya Kita

Tanpa terasa udah nginjak akhir tahun lagi, ujug-ujug udah awal September aja. Bulan yang bersejarah dalam kehidupanku. 3 tahun yang lalu tepatnya, pertengahan September kehidupan baru dimulai. Dimana kehidupan menjadi berubah, aneka macam rasa ada di dalamnya.

undangan
gambar undangan nikahanku

Sebuah pernikahan mengubah kehidupan. Tepat sekali, paska menikah memang banyak sekali bagian dari kehidupan berubah. Itu dibahas nanti deh, banyak banget emang yang mau diceritakan. Hehehe… Aku menikah diusia 23 tahun, btw. Dimana harus menikahi seseorang yang belum terlalu aku kenal tepatnya, kami hanya rekan kerja saat itu, beberapa kali ketemu dan langsung memutuskan untuk menikah, karena diusia kami yang cuma beda setahun aja, usia segitu bukan lagi untuk main-main, tapi ke arah yang serius.

Pernikahan kami dibilang cukup sederhana, dibilang low budget sih ngga juga, cuma ngikuti situasi dan kondisi saat itu, dan ngga pake ribet harus nentuin hari baik de el el, dan untung saja orang tuaku mau mengikuti keinginan anaknya. Alhamdulillah. Saat itu dia baru saja diterima menjadi pegawai tetap di tempat ia bekerja sampai saat ini. Dia memang janji, setelah diterima baru baru fix nikah. Well, terpilihlah bulan September setelah mundur beberapa bulan. Dengan pernikahan yang sederhana dan hanya mengundang teman-teman terdekat aja, ijab qobul kami pun diwarnai kekocakan, hahaha. Namanya juga rush hour, jadi ngga sempat dekor sana-sini dan malah kelamaan dandan, eh lupa deh yang namanya meja dikasih taplak. Alhasil sajadah masjid deh jadi penghias. Ngga apalah yang pentingkan “sah”nya dan kehidupan setelahnya.

DSC_0008

wajah tegang dihadapan penghulu

Kehidupan setelahnya banyak banget pelajaran, ibarat sekolah di SMK banyak prakteknya langsung ketimbang teori. Saat ini pun aku masih belajar, gimana caranya jadi istri sekaligus Ibu. Ketika semua sudah berjalan, memang ada hal yang harus ditinggalkan, yaitu ego. Mungkin dulu masa muda aku banyak menghabiskan waktu bersama teman, sekarang sudah berkurang, bahkan waktu bertemu teman secara tatap muka juga sudah berkurang sekali, mulai memilah milih pergaulan, dan itu semua benar-benar mengubah hidup. Ngga cuma prakteknya aja, saat ini pun teori-teori tentang menjadi istri dan ibu kudu dipelajari, ngga ada yang terlambat, banyak banget sarana untuk belajar saat ini, tapi yang terpenting harus sesuai dengan ajaran Islam. Aku bukanlah seorang muslimah yang baik, hanya ingin terus belajar mempraktekan pelajaran-pelajaran yang aku dapatkan selama ini. Semua itu butuh waktu, semua butuh kemauan, walau harus ada bagian kehidupan yang dikorban, tapi itu akan sebanding hasilnya. Aku merasakan pergaulanku berubah drastis memang, semoga saja bisa terus mempertahankan semangat buat mencari ilmuNya. Dan bisa berguna untuk kehidupan rumah tangga. Bersyukur diberikan kemudahan sampai saat ini untuk melewati masa-masa sampai akhirnya menjadi Ibu untuk dua orang anak laki-laki. Bu, tanggung jawabmu sekarang tambah besar loh, kudu siap mental dan fisik buat menghadapinya. Harus benar-benar buang jauh ego dan fokus dulu untuk menjadi Ibu. Karena aku ngga mau gagal. Kesempatan ini ngga datang gitu aja, ngga gampang menjaga amanah langsung dari Allah. It’s not easy as ABC. Hard and challenging. Ngga semudah yang dikira, apalagi waktu sebelum nikah dulu bener-bener blank soal anak. Totally blank. Dan setelah menikah ujug-ujug langsung dikasih kesempatan ngicipin jadi Ibu, tapi ngicip yang satu ini ngga bisa dilepeh, harus langsung ditelan dan dinikmati. Well, september… itu bulan dimana semua menjadi titik balik kembali, bulan untuk me-refresh-kan otak mengingat dimana harus memulai kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s