Posted in Uncategorized

Himawari,  si anak perempuan

Hah? Punya anak perempuan? Belum rejekinya saya. Tapi ini adalah anak “perempuan” yang akan membantu saya menggapai rejeki. Ya, akhirnya memutuskan untuk memberanikan diri mengelola usaha. Sebuah perjalanan panjang, hingga akhirnya harus memutuskan, it’s your time to spread your wing.

Berawal dengan ketertarikan saya sama rajutan akhirnya pada 2013, nekad belajar ke Jogja, kurang lebih 3 bulanan lebih saya di sana sebelum menikah. Belajar dan bekerja di toko rajut paling hits di Jogjakarta, Poyeng Hobby, akhirnya berkenalan dengan knit. Setelah belajar knit, pengen sih suatu saat nanti punya usaha rajut. Tapi waktu itu masih belum serius. Main-main aja. Ya itung-itung ngisi waktu menjadi ibu rumah tangga, apalagi setelah menikah di tahun 2014 punya anak, aku rasa itu masih mustahil. 

Harus berpikir lagi, bolak balik diskusi sama suami, tapi suami kurang tertarik sama hal ini, ya ada rasa kecewa tentunya. Sampai bertahun-tahun, rasa takut memulai usaha masih membayang-bayangi, hingga akhirnya anak kedua brojol. Setelah pindah lagi ke Pekalongan, saya mikir, bukan waktunya galau, bimbang, dan kawan-kawannya. Mulai ujicoba nih atur schedule. Ternyata suami berbaik hati memberikan saya waktu yang sangat luang di rumah karena ada asisten rumah tangga. Wah, kenapa ngga dimulai aja, kan anak sulung mulai masuk KB ini. Well. Pelan-pelan ngatur strategi lagi.

Iseng bikin proposal deh ke suami, hasilnya nihil, ah. Kecewa, suami memang kurang mendukung. Dia minta saya jalani dulu tanpa modal. Kalau dia rasa berkembang baru dimodali. Ya terserah deh. Dan akhirnya daripada nganggur percuma nekad deh. Dengan modal alakadar, stok benang, relasi, akhirnya mulai seriusin usaha ini tanpa modal uang dari suami. Mulai deh “mecahin” tabungan. 

Dalam usaha ini saya ngga ngoyoh, ngga ngejar untung, intinya orang lain senang sama produk saya, orang bahagia karena bisa merajut, udah cukup deh. Kalau untung banyak anggap aja bonus dari Allah. Saya ngga mau ngoyoh-ngoyoh karena ada tanggung jawab yang lebih besar lagi, ngurus anak-anak beneran. Hehehe…. Yang penting jadi dulu deh studio kecil-kecilan saya. 

Yuk main. InsyaAllah, januari tahun depan mulai buka. 

Thanks to : Allah subhanahu wa ta’ala, anak-anak yang mulai pada ngasih lampu hijau ke Ibu, suami buat tantangannya, kak Oryza Sativa buat desainnya, Shinta untuk sharing, mertua buat rumahnya yang boleh dipake buat buka usaha, poyeng buat ilmu selama ini dan selalu siap buat diorder plus diskonan, dan semua yang pernah order sama saya. 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s