Posted in NHW

NHW vol.8: Misi Spesifik Hidup dan Produktifitas

Bismillahirrahmanirahim. Alhamdulillah. Sudah memasuki ke NHW 8, dan semakin kesini, semakin mulai bisa memetakan apa saja yang harus dilakukan ke depannya. Dalam NHW 7 lalu, sedikit mereview kembali, dimana kita diminta menemukan bakat dan membuat kuadran. Dari kuadran tersebut ternyata hal yang saya suka dan saya bisa kebanyakan memang dunia seni. Yaitu yang berhubungan dengan handicraft. Dan hal yang sedang saya tekuni saat ini masih seputar dunia merajut dan menjahit. Untuk itu, saat ini saya mengurangi aktivitas dunia maya dan membatasi penggunaan smartphone untuk waktu-waktu tertentu demi bisa fokus meluangkan waktu berkreasi dan merawat anak. 

Dalam menentukan spesifik hidup ada tahapan yang harus saya jawab. Yaitu dengan pola “Be Do Have” mari coba saya jabarkan satu per satu. 

  • Be : Saya ingin menjadi apa? Pertanyaan ini mengawali tema NHW kali ini, tentu yang saya inginkan menjadi seorang Ibu rumah tangga yang tetap produktif, karena saya sudah menyetujui untuk menjadi Stay At Home Mother, oleh karenanya saya ingin menjalankan peran saya sebagai peran tersebut. Bagaimana agar saya tetap produktif, tentu saja hal ini sudah saya pikirkan semenjak sebelum menikah, dengan hidup nomaden di Jogja untuk mendalami skill merajut. Jadi, secara spesifiknya saya ingin menjadi Ibu Rumah Tangga dengan kemampuan kerajinan tangan. 
  • Do : Apa yang saya lakukan, saat ini saya memulai mengembangkan kemampuan saya di dunia merajut, khususnya knit.Dengan berani membuka diri mengikuti Asosiasi Rajut Indonesia. Di sini saya harapkan bisa menjadi wadah untuk menaungi para perajut lokal yang ingin mengembangkan kemampuan dan bertukar ilmu, agar kelak merajut bukan hanya sekedar hobi saya. Lalu untuk anak, mulai menjalankan sedikit demi sedikit kurikulum yang saya inginkan, untuk saat ini saya masih fokus dalam tahapan bunda sayang, dimana saya harus memperbaiki diri saya agar lebih mengutamakan anak daripada hobi atau karir. 
  • Have : Apa yang ingin saya miliki? Jawabannya tidak muluk-muluk, yang ingin sekali saya miliki adalah waktu. Karena waktu begitu berharga. Saya ingin punya waktu dimana saya bisa mendidik anak-anak saya secara fokus, dan waktu dimana saya bisa mengembangkan diri. Yang penting waktu untuk kembali menekuni ilmu syar’i. Tanpa harus bertabrakan satu sama lain sehingga tidak bisa fokus dengan hal satu dan lainnya.

Bicara soal waktu kembali, dimana saat ini saya masih jauh dari kata baik untuk seorang Ibu, saya harap saya bisa kembali fokus dalam tahapan Bunda Sayang. Jadi untuk pertanyaan seputar lifetime purpose, strategic plan, dan new year resolution mungkin akan saya bahas untuk NYR terlebih dahulu. Karena saya adalah tipe orang yang tidak mau berkhayal terlalu jauh tapi lebih suka menjalankan sesuai realita. 

  1. New Year Resolution, 2017 masehi di depan mata, dan tugas NHW ini menjadi poin dalam apa yang ingin saya capai satu tahun kedepan. Yang ingin saya capai antaranya, memantau tumbuh kembang kedua anak saya, untuk Sulung karena mulai pandai bicara dan nalar. Di satu tahun kedepan saya harus lebih bersabar dan selalu obyektif dalam menghadapi dia, agar lebih kritis lagi. Mengenalkan Al Qur’an dan huruf hijaiyah kepadanya. Paling tidak bisa bicara lancar terlebih dahulu. Untuk si kecil, terus memantau tumbuh kembangnya dan memberikannya makanan yang bergizi. Karena anak umur dibawah satu tahun difokuskan dalam stimulasi dan makanan. Untuk diri saya dan suami, memperkuat kerjasama dan dukungan satu sama lain. Untuk dunia crafting. Saya mulai beranikan diri mengomersilkan setahap demi setahap. 
  2. Setelah semua bisa berjalan dengan lancar, baru saya berani memikirkan strategic plannya. Tentunya untuk keluarga dalam waktu 5-10 tahun saya harapkan tidak menjalani pernikahan jarak jauh lagi. Suami mulai fokus dengan peternakan, dan saya bisa menjalankan himawari studio. Anak-anak mulai menjalankan kurikulum. 
  3. Untuk lifetime purpose, yang jelas dapat menjalani kehidupan normal suami istri tanpa terpisah dalam waktu yang lama. Beribadah, mengajak anak-anak untuk lebih dekat dengan Allah. Dan fokus dalam menjalankan visi misi kehidupan rumah tangga. 

Mari mulai itu semua dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s