Posted in Bunda Sayang, Challenge, IIP, Komunikasi Produktif

#Tantangan10hari level 1: Komunikasi Produktif Day 3

Di tantangan hari ketiga kali ini adalah lanjutan dimana saya berdiskusi dengan suami.Jelang cuti dan closing memang saat-saat rawan untuk baper. Karena suami agak susah dihubungi, selain kendala sinyal, sibuk, juga menjadi alasan kita jarang komunikasi. Untuk hal-hal sepele memang sudah lewat masanya. Tetapi begitu punya anak. Problematikanya sudah berubah. 

Yup, masalah uang bulanan. Kelemahan saya memang dipembukuan seperti yang sudah saya rincikan dalam kelas Martikulasi. Saya memang tidak begitu memperhitungkan uang keluar. Dalam forum diskusi kita sama-sama mencari pemecahan masalah. Kendalanya ada di saya, yang tidak menyempatkan diri untuk mengisi buku kas. Jadi karena saya malas mencatat akhirnya uang yang keluar begitu saja tahu-tahu defisit akhir bulan. Akhirnya kami sepakati untuk membuat pembukuan sederhana, memisahkan kebutuhan primer dan sekunder. Ya maklum kadang jauh dari suami saya suka kalap. Yang membuat saya suka kalap antaranya,

  • Kain
  • Benang rajut
  • Buku

Memang bulan lalu saya kebanyakan beli kain untuk membuat baju, karena lebih murah ketimbang beli jadi. Solusinya saya harus bisa menahan diri bulan berikutnya. Jika ingin membeli buku, saya harus berhasil menjual hasil rajutan saya terlebih dahulu. Karena saya ingin mengembalikan hobi saya sewaktu masih single. Yaitu membaca buku.Well, untuk anak-anak, saya akan mulai mempelajari toilet training yang sudah mulai berjalan supaya ngga beli diaper lagi. 

Untuk komunikasi dengan suami, saya bersyukur saya sudah bisa mengutarakan isi hati saya secara gamblang dan tanpa komunikasi batin lagi. Karena saya sadar, laki-laki lebih suka kita bicara terbuka ketimbang menebak-nebak pakai kode. Dan hal yang saya kurang sukai adalah ketika sedang berdiskusi memecahkan masalah. Diskusi itu tidak tuntas karena bisa mempengaruhi mood saya dikemudian hari. Jadi kuncinya kita harus rembukan sampai masalah terpecahkan atau jika tidak bisa selesai karena alasan ngantuk lebih baik bicara, “saya ngantuk” ketimbang harus digantung. Dan kita juga bukan tipe pasangan vanila, jadi kita bicara ya seperti teman saja. 

Sekian tantangan hari ini. Begitulah kira-kira lika liku LDM. 

#Tantangan10hari #Hari3 #KomunikasiProduktif #KelasBunsayIIP

Advertisements

2 thoughts on “#Tantangan10hari level 1: Komunikasi Produktif Day 3

  1. Iya ji. Tantanga banget komunikasi sama suami itu. Terkadang dia paham, terkadang nggak. Pun, buka bahasan harus di momen yg pas.
    Pernah, pas ada yg ga sreg diaku dan dibahas pas ga momennya, hasilnya jadi clash.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s