Posted in Bunda Sayang, Challenge, IIP, Komunikasi Produktif

#Tantangan10hari level 1: Komunikasi Produktif Day 8

Hampir memasuki hari-hari akhir tantangan. Dan tantangan kali ini adalah berdamai dengan ego. 

Dalam rumah tangga pasti ada pasang surutnya. Iyap, bahagia, sedih, kebersamaan, pertengkaran, damai, perpisahan sementara karena mencari nafkah, semua adalah warna-warni dalam rumah tangga. Memang menjadi sebuah tantangan ketika menyatukan dua orang yang berbeda menjadi satu. Kehidupan pernikahan bukan cuma senang-senangnya aja yang diincar. Tapi ketika ada konflik, bagaimana cara menghadapinya? 

Perbedaan pola pikir, persepsi, gaya hidup, ada dalam rumah tangga saya. Baru fresh hari ini kami berdamai setelah ada sedikit kesalahpahaman tentang pola asuh anak. Dimana saya sedang berjuang untuk melawan Baby Blues yang tidak disadari suami bahkan tidak dianggap sakit. Tetapi saya sadar hal itu terjadi. Karena perbedaan inilah yang terkadang menyebabkan kami bertengkar. Terus gimana cara kami menyelesaikannya? 

Suami, tipe orang yang ngga peka dan ngga romantis, dia akui itu. Sedangkan saya, cuek, ngambekan, tapi blak-blakan. Biasanya kalau kita lagi ada masalah di malam hari baru diselesaikan keesokan harinya. Malam biasanya saya menangis, suami tidur. Saya menangis untuk melampiaskan emosi saya. Entah itu penyesalan atau merasa bersalah atau jengkel. Suami tipe orang yang kalau ada masalah dibawa tidur. Gunanya kami mengumpulkan energi untuk bicara esok hari. 

Siang, saat ada kesempatan berdua. Saya buka suara terlebih dahulu. Karena wanita wajar pakai mewek-mewek. Saya utarakan semuanya. Terserah dia setuju atau ngga dengan opini saya itu urusan belakangan. Lalu dia yang menanggapinya. Setelah semua sesi blak-blakan lewat, baru deh sesi maaf-maafan. Dan disitu saya paham sekali betapa pentingnya bicara jelas tanpa kode kepada suami. Akhirnya semua akan jelas dan dapat jalan tengah. Kami memang bukan pasangan sempurna, bukan pasangan vanila, tapi kami cuma pasangan biasa yang berusaha menghindari bisikan setan untuk berpisah. Pernikahan kami masih seumur jagung, eh pohon yang baru mau tumbuh. Kalau jagung mungkin sudah panen. Kunci menjadi istri adalah mengalah. Karena menikah itu bukan cuma urusan hepi-hepinya aja. Tapi so complicated loh. 

Dia akhirnya bilang ke saya, “Suamimu ini bukan laki-laki romantis, ngga bisa romantis, ngga peka, jadi kalau apa-apa kamu ngomong aja ke aku”

“Iya, aku tau kamu ngga romantis, aku ngerti, aku juga ngga pernah nuntut kamu berubah romantis, aku suka yang begini-gini aja. Kaye teman, ngga lebay.”

Terus saya tambahkan

“Aku menikah dengan kamu, itu sudah menyerahkan hidup dan matiku ke kamu, ya urusan anak wajar aku perempuan bawel butuh bicara, maklumi kalau aku ngeluh, yang penting apapun selalu aku kerjakan. Karena itu tugasku. Maklumi aku, aku ngga bisa lurus, aku banyak kurangnya. Tolong. Aku mencari suami itu untuk bisa membimbing aku, at least bisa support keadaanku begini.”

“Iya, aku bakal bantu kamu selama kamu minta bantuan apa aja, aku bantu.”

All clear. Masalah tuntas. 

Tapi dia alhamdulillah masih suka ngasih kejutan untuk mengapresiasikan hasil kerja istrinya. Intinya, kita sebagai perempuan tetap ingat kebaikan suami walau lagi berantem atau konflik. Jangan dibutakan dengan kebencian. Karena suami itu kunci surga dan nerakanya istri. Ah saya masih jauuuuuh dari sempurna. Masih harus banyak belajar, terutama belajar agama. 

Walau agak melenceng dari topik, tapi saya mau menyertakan nasehat dari sahabat yang jauh di mata dekat di hati. Jazaakillahu khayran katsiron nasehatnya Nurul sayang. 

Selama suami mu sholat, dan tidak bermaksiat kepada Allah tetap maju ji. Dengan doa, Allah akan melembutkan hati yang keras. Semoga Suami dan mertua mu selalu dilembutkan hatinya. Selalu berprsangka baik Sama Allah sampai Allah tunjukkan jalan keluarnya.

Dan nasehat itu akan aku gunakan sebagai patokan. InsyaAllaah. 

#Tantangan10hari #Hari8 #KomunikasiProduktif #KelasBunSayIIP

Advertisements

2 thoughts on “#Tantangan10hari level 1: Komunikasi Produktif Day 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s