Posted in Cerita Saya, Istri

Bukti Cinta dan Romantisme : Ketika Istri Hamil

Romantis, kenapa tiba-tiba pengen ngepos tentang ini, terpikir karena sebuah commercial break sebuah reality show di sebuah televisi swasta dalam negeri. Dimana sang lelaki ingin membuktikan cintanya dengan melakukan hal ekstreme agar wanitanya percaya bahwa iya mampu menaklukkan tantangan apa saja atas nama cinta.
Eeeeeeits…. 
Itu mah versinya doi. Tapi pembuktian nyata adalah ketika menjalani rumah tangga. Hayo loooo… Ngaku, siapa yang masih sering manggil istrinya ketika anak pup atau anak menangis? “Maaaa… Ini anakmu ma…” 

Hihihihi… Tapi itulah realita nyata bukan reality show. Banyak hal yang tanpa disadari saat menjalani rumah tangga menjadi sesuatu yang romantis. Bukan seikat bunga atau secarik puisi. Bukan mendaki gunung tinggi melewati tebing, bukan pula berenang menyeberangi lautan, kejauhan ya? Kalau versi saya setelah beranak dua, bukan saat berpegangan tangan sih, boro-boro pegangan tangan, nyebrang jalan aja dibiarin nyelonong sendirian. Hahahaha… 

Tapi ada hal ekstreme lainnya yang lumayan frontal ya buat dijabarkan. Bukan urusan mesra-mesraan sih. Beberapa minggu dan bulan belakangan sering dicurhati teman masalah kehamilan. Disinilah saya ingat momen-momen romantis suami.

Romantis itu, kala istri sedang hamil muda dan mabok berat, ada tangan suami yang membantu memegang rambut istri, menyilakan agar tak terkena muntahan. 

Romantis itu, di kala istri sedang sakit dan harus bed rest di rumah sakit ada suami yang siaga menjaga istri, walau sambil asik main game di hape. 

Masih seputar bed rest, romantis itu kala istri BAB, suami siap turun tangan ngebersihin tanpa memanggil perawat, ini lebih ekstreme dari pembuktian cinta mendaki gunung atau berjalan diseuntas tali loh. 

Romantis itu, kala istri lagi ngga nahan throw up di kamar, dan suami tanpa ragu membersihkannya dan mengepel lantai. 

Romantis itu, ketika istri hamil tua dan sering kontraksi palsu, ada suami yang siap jadi teman begadang.

Romantis itu, kala istri pasca operasi, suami datang bak pahlawan agak kesiangan tapi langsung menggendong istri untuk dipindahkan ke kamar rawat tanpa bantuan orang lain. 

Romantis itu, ketika suami mau turun tangan membantu pekerjaan rumah istri tanpa sungkan sedikit pun. 

Dan banyaaaak lagi hal romantis lainnya yang bukan sekedar memberikan bunga atau hal gila lainnya. Karena dunia rumah tangga lebih gila lagi loh serunya. Hehehe… Semoga laki-laki siap dengan segala kehebohan istri pas lagi hamil. Tulisan kali ini memang sengaja dibikin versi pengalaman sewaktu hamil, karena saat hamil itu adalah masa dimana suami diuji. Ya, diuji seberapa sabarkah ia menghadapi istri yang berbadan dua dan banyak maunya. 

Dan saya mau berpesan pada suami yang istrinya sedang hamil, hamil itu bukan cuma istrinya aja, bantulah istri menikmati kehamilannya agar kelak ia bahagia dan melahirkan dengan sukacita. Terimakasih kepada suami saya dengan support segala rupa yang diberikan. Yuk Pak Suami, ikut bantu berdayakan diri bersama istri dengan 12 pilar pedoman persiapan gentlebirth

  1. Sambut kehamilan dengan sukacita, konsumsi makanan yang bergizi sehat dan alami,
  2. Mengikuti prenatal class dan baca buku kehamilan, bersama pasangan dan anggota keluarga,
  3. Workout/Olahraga, melatih ketahanan tubuh, terutama otot, 
  4. Periksakan kandungan Ibu secara rutin, sesuai anjuran tenaga medis,
  5. Membuat birthplan, konsultasikan dengan dokter kandungan, bidan yang siap siaga membantu, 
  6. Menangkap bayi baru lahir dengan lembut dan kasih sayang, tidak ada unsur paksaan atau penarikan pada kepala bahu dan tubuh bayi, 
  7. Menciptakan suasana yang hening, tenang dan penuh kesakralan di kamar bersalin, 
  8. Beri kebebasan Ibu yang siap bersalin untuk bergerak,*
  9. Menyediakan air hangat, untuk mandi atau berendam, agar otot-otot tidak kaku, 
  10. Sediakan makanan ringan, buah kurma, cokelat, minuman elektrolit, proses mengunyah dan deepbreathing dapat memalingkan kontraksi yang mulai intens datang, 
  11. Menunda beberapa saat pemotongan tali pusar, 2-5 menit mampu menjaga suplai oksigen dalam darah bayi dan menyempurnakan proses adaptasi, 
  12. Bayi segera berada dalam dekapan Ibu setelah dilahirkan, bayi merangkak di dada Ibunya untuk proses inisiasi menyusu dini (IMD) 

Alhamdulillah 12 pilar pedoman ini hampir semua checklist ketika proses melahirkan anak kedua saya, beruntung mendapat tenaga medis yang siaga, care juga. Untuk nomor 8 saya kasih bintang, karena tergantung kondisi medis Ibu, karena saya punya riwayat sesar dan harus dipantau kateter karena tidak ada pembukaan, saya bergerak hanya saat di UGD dan sebelum dipasang kateter, tapi poin nomor 10 ngaruh banget, tiap ngerasa kontraksi datang saya langsung ngunyah kurma, dan alhamdulillah walaupun tenaga tinggal setengah, tapi mendengar bukaan penuh rasanya dapat energi baru dan siap meluncur ke ruang VK. 

Yap, menemani dan mendampingi istri saat hamil walaupun tidak secara utuh karena jarak adalah hal yang romantis bagi saya. Alhamdulillah sewaktu hamil anak kedua kami bisa bersama melewati masa kehamilan hingga momen sakral melahirkan. Dan bebas trauma karena lahir dengan gentle. 

Didedikasikan untuk teman-teman saya yang sedang hamil juga, Mba Ning Dian Mama Keenan, Mba Dian juragan Rok Celana, Mba Fifi juragan Hompimpa Baby Spa, Teh Cindy mama Mapel, dan lainnya yang tak bisa disebut satu per satu. Sehat-sehat ya bumil, terimakasih juga untuk Mba Endah atas kiriman kalender Gentle Birth dari komunitas Gentle Birth Balikpapan, yang berpesan Gentle Birth adalah filosofi bukan metode, gentlebirth bukan hanya waterbirth walaupun identik, gentlebirth bahkan bisa pada persalinan secar atau gentlesecarean, dan semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang lagi hamil atau istrinya lagi hamil. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s