Posted in Bunda Sayang, Challenge, IIP, Melatih Kemandirian

#Tantangan10hari level 2: Melatih Kemandirian Anak

Bismillah, 

Alhamdulillah tantangan 10 hari sudah rilis kembali, kali ini sangat menantang, terlebih lagi untuk diterapkan kepada dua anak saya, Haidar, 2 tahun 8 bulan, Haitsam, 7 bulan. Setelah menganalisa ada beberapa hal yang memang harus dilatih. 

Haidar :

  • Toilet training, sebenarnya dari dulu sudah mau melatih tapi saya kurang siap. Dan dapat PR dari pak suami untuk melatih, tinggal sesi pipisnya. Kendala : Saya masih suka menunda karena ada pekerjaan lain yang di handle sewaktu anak meminta, jadi adanya delay membuat anak malas berbicara.
  • Makan sendiri di rumah, sebenarnya dia sudah bisa makan sendiri di sekolah. Kendala : Saya masih khawatir dengan kurangnya asupan jika dia makan sendiri, karena cuma memilih lauk saja.
  • Bangun tanpa tangisan, ini bagian dari melatih dia mandiri, karena biasanya jika dia bangun tidur tanpa melihat Ibunya dia sering menangis. Saya sedang melatih tahap ini alhamdulillah berjalan hari kedua. 
  • Disiplin waktu bermain di luar, bagian yang ini saya harus lebih tegas agar anak tahu kapan saja harus pulang. Kendala : Karena di rumah saya ada beberapa aturan, seperti tidak ada gadget dan permen. Namun dia mencari itu di luar karena dimanja tetangga jadi anak terkadang betah di rumah tetangga. 

Beberapa hal itu yang harus mulai saya latih dan harus siap dengan perbedaan pola asuh, karena saya masih tinggal bersama orang tua suami. Dikarenakan suami saya kerja di luar pulau. Untuk Haidar, saya harus lebih disiplin lagi, iya, karena semua dimulai dari Ibunya. 

Haitsam :

  • Sesi kursi tinggi/stroller, memasuki usia 7 bulan dimana anak mulai masuk dalam sesi separation anxiety saya harus lebih tricky dalam mengasuh bayi. Separation anxiety atau perasaan takut ditinggal jauh dari Ibunya memang wajar terjadi saat anak masuk usia awal 6-7 bulan. Dan latihan ini sudah berjalan beberapa hari. 
  • Makan sendiri (pengenalan), tadinya saya mau menerapkan Baby Led Weaning tetapi kekhawatiran mertua tentang tersedak, jadi saya memulainya dengan pelan-pelan agar metode saya bisa diterima. 
  • Stimulasi latihan berjalan, memasuki usia 7 bulan anak saya mulai belajar berdiri tanpa pegangan, jadi karena kakinya sudah mulai cukup kuat untuk menopang tubuh, saya masukan stimulasi latihan berjalan dalam tantangan 10 hari. Goalnya bukan anak bisa berjalan diusia 8 bulan, tetapi lebih berani untuk menolong dirinya sendiri dan mencari cara untuk belajar berjalan tanpa dititah. Alhamdulillah ini berhasil saya terapkan pada Haidar. 

Itulah kira-kira target saya hingga 11 Maret mendatang, dan semoga saya bisa komitmen dengan target yang telah saya buat. Untuk beberapa hal memang Haidar sudah mulai disiplin, seperti merapikan kembali mainannya, meminta bantuan dengan berbicara, bermain bersama adik dan lain-lain dia sudah cukup mandiri. Hanya saja beberapa hal itu yang masih harus saya latih lagi, kendalanya memang masih ada di saya. Karena setiap hari saya yang menghadapi kedua anak itu. 

#Level2 #KuliahBunSayIIP #MelatihKemandirian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s