Posted in Bunda Sayang, IIP, Melatih Kemandirian

Aliran Rasa: Melatih Kemandirian Anak

Bismillah, 

Dalam tahapan ini sejujurnya saya masih bingung tata laksananya. Dan mentok pada hari keempat di draft. Tetapi dalam keseharian saya masih menjalankan pelatihan. Terutama pada toilet training untuk si Kakak. Alhamdulillah semakin kesini kakak menunjukkan grafik kemajuan, walaupun sering banyak nawar, maklum anak-anak. Jujur saya senang anak saya mulai kritis, berarti tahapan komunikasi produktif masih berjalan.

Dalam proses latihan kemandirian, saya akui memang terdapat perbedaan antara adik dan kakak. Adik memang lebih mandiri, terlihat semenjak saya melahirkannya. Kakak, ini hutang besar saya dalam bersama-sama memperbaiki beberapa hal. Saya dulu memang terlalu memanjakannya. Alhamdulillah untuk grafik kemandirian kakak banyak peningkatan. Mulai banyak berani melakukan hal yang belum pernah dia coba sendiri. Dan dalam toilet training mulai bisa menunjukkan kemajuan, seperti inisiatif tidak meminta popok/diaper ketika setelah mandi. Mulai disiplin dengan waktu bermain dan sudah jarang berlama-lama di rumah tetangga, ketika mendapat jatah menonton video di telivisi pun dia juga tahu kapan waktunya harus mematikan televisinya sendiri. Dalam bermain terkadang dia juga menyelesaikan tantangan simple chores, membereskan kembali mainannya sambil bernyanyi. Dan masih belum tuntas dalam urusan makan. Masih PR buat saya. 

Adik pun sama, sekarang sudah tidak merasa separation anxiety, sudah paham waktu-waktu dimana Ibu harus meninggalkannya untuk beberapa kepentingan. Bermain sendiri dan eksplorasi (masih dalam pengawasan), dalam belajar berjalan pun juga sama. Adik senang eksplorasi bagaimana cara berdiri sendiri tanpa dibantu, dan kemajuan lainnya.

Latihan membentuk kemandirian anak saya rasakan sekali, membuat saya paham ternyata anak juga dapat menolong dirinya sendiri dan bisa belajar bertanggung jawab. Tentunya saya masih banyak belajar juga dan mendampingi anak saya belajar mandiri, terlebih saya diamanahkan mendidik dua anak laki-laki yang dimana lebih banyak menghabiskan waktu bersama Ibunya. Semoga dalam materi melatih kemandirian anak saya juga belajar tega dan tidak memberikan cheat kepada anak saya. Dan bisa membentuk anak yang mandiri kelak. InsyaAllah akan terus saya praktikkan. Karena saya sendiri belum tuntas dalam materi ini. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s