Posted in Bunda Sayang, Challenge, For Things To Change, I Must Change First, IIP

Menghidupkan kembali budaya membaca melalui pohon literasi

Bismillah, 

Alhamdulillah bisa bertemu kembali di tugas IIP saya, beberapa waktu lalu sempat tersendat karena kesibukan rumah tangga dan  sedang nyambi fokus berbenah diri, setelah refresh dengan libur di cawu satu lalu, akhirnya kembali lagi berkecimpung dalam Tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang. Benar-benar sayang untuk dilewatkan tantangan kali ini. Karena sesuai hobi. 

Menanggapi budaya membaca, Indonesia sendiri pernah menduduki peringkat kurang baik. Oleh karenanya, kesadaran untuk membaca memang harus dibangkitkan sejak dini. Saya juga mengalami saat-saat dimana saya tidak membaca buku sama sekali, jelas, itu sangat berbeda ketika saya sedang membaca buku. Otak saya seakan kosong, apalagi sebagai Ibu Rumah Tangga, saya rasa perlu untuk kembali meluangkan waktu menambah wawasan saya. 

Perintah membaca sendiri dalam Islam sudah jelas. Dalam surat Al-‘Alaq yang artinya, 

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim,

Bacalah, dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar dengan kalam. Dia mengajar manusia yang tidak diketahui. (QS : Al ‘Alaq 1-5)

Merupakan surat yang pertama kali di turunkan oleh Allah, yaitu perintah membaca, membaca kalam Allah, mencari ilmu tanpa harus melampaui batas diri sebagai hamba Allah. Lalu dengan membaca, memiliki tujuan mengenal diri kita lebih dalam lagi. Masya Allah, sungguh benar kalam Allah, tidak sedikitpun saya ragu. Karena dengan membaca, otak saya pun terisi dengan ilmu-ilmu baru. 

Sebagai Ibu, saya juga merasa harus menulari hobi saya ini kepada anak-anak saya kelak, lewat tantangan kali ini saya merasa, ini saatnya. Kembali berniat mengisi ruang kamar kami dengan buku-buku bergizi. Agar anak-anak bisa mencintai ilmu lewat membaca. Walau saat ini mereka masih kecil-kecil dan belum saatnya bagi mereka membaca, tetapi antusiasme harus dibangkitkan. Manfaatnya yang saya rasakan cukup jelas pada anak pertama saya, yang mulai banyak berbicara dan kritis, walau kadang Ibunya kewalahan menghadapinya, itu malah menjadi PR saya kembali untuk membaca buku-buku parenting. 

Saya pun kembali menyusun buku-buku yang akan dibaca pada tantangan kali ini, sekaligus mengenalkan ruang baca umum pada anak, alasan yang tepat untuk berkunjung ke perpustakaan ataupun rumah baca di sekitar kota ini. Semoga waktunya memungkinkan untuk keluar rumah berburu buku di perpustakaan dan ruang baca. 

Dan pohon literasi kami mengambil tema dari buku anak populer yaitu, Very Hungry Caterpillar. Kami membuatnya dengan memanfaatkan barang bekas juga. Okay, insyaAllah kami siap untuk ikutan tantangan level 5 ini. 


Si Mas juga ikut bantu menyiapkan pohon literasinya, terimakasih Mas. 


#GameLevel5 

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s